saya selalu bingung nyari ide untuk menulis, padahal kalo mau sebentar saja menggunakan jasa paman google, banyak tips and trick bagaimana kita dapat menulis yang baik dan benar. terus apa masalahnya monz? untuk saya pribadi masalah menulis itu adalah masalah klasik, seklasik Symphony no 9 karya komposer Ludwig van Beethoven. dari saya SD waktu firaun baru belajar merangkak, saya sudah malas untuk menulis. mungkin itulah yang membuat tulisan saya sekarang mirip sekali dengan surat cinta dokter untuk apoteker, eh tunggu dulu, atau bentuk tulisan sansekerta itu yang membuat saya malas untuk menulis? arrghh apa bedanya? tak adeu tak adeu, sama-sama malas menulis.
waktu berlalu, jaman semakin canggih. yang punya tulisan mirip huruf pallawa tak usah berkecil hati. sekarang jaman sudah canggih, tinggal tik-tok-tik-tok simsalabim jadilah tulisan. tapiii, masalah klasik saya ternyata belum terpecahkan. saya masih tetap malas untuk menulis. jadi permasalahannya dimana? entahlah, saya rasa hanya faktor kemauan saja yang sedikit bermasalah pada orang yang penuh masalah ini. Namun dari hati yang paling dalam saya selalu ingin menulis walaupun cuma satu kata ditwitter.
*beginilah tulisan saya, selalu, yang terlintas yang tertulis.