Ceritanya

Udah nginstall wordpress di hape, Ya karena emang dasarnya males ya udah cuma dibuka tutup aja.
Dua minggu yang lalu saya ikut pelatihan menulis yang diadakan oleh Bagian Humas Pemerintah Kota Bogor. Pematerinya sangat berbobot yaitu Arif Zulkifli (Pemred Tempo Media Group)  dan sesi berikutnya diisi oleh Bapak Dr. M. Abdul Khak, M,Si.  (Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat).
Saya datang terlambat, bukan disengaja tapi karena memang terkena penyakit lupa. Seingat saya acara dimulai pukul sembilan dengan tempat tidak tau (karena baca suratnya sekilas aja). Pukul 08.45 saya tanya Panitia via WA dan diinformasikan bahwa acara sudah dimulai dari pukul 08.30. Alhasil saya langsung pamit ke atasan dan berangkat ke Resto Taman Koleksi IPB.
Sesi pertama diisi tentang jurnalistik, bagaimana membuat berita yang menarik, konferensi pers, news release, menanggapi berita negatif dan lain lain yang berkaitan dengan jurnalistik terutama jurnalistik di Pemerintahan. Menarik walaupun waktunya sangat singkat karena beliau harus segera berangkat.
Sesi kedua materinya saya kira akan membosankan yaitu membuat kalimat efektif. Namun saya salah, materi yang serius ini ternyata cukup mengundang tawa dari peserta pelatihan karena disuguhkan kalimat kalimat yang ada disekitar kita namun ganjil dan tidak sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik. Dengan pelatihan yang penuh tawa geli akhirnya tak terasa waktu sudah habis. Akhirnya setelah makan siang acara selesai dan saya kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaan yang lain.

Cibeureum, 9 Maret 2016.
Sambil gogolehean d ruang tivi.

Advertisements

Anak umur dua tahun

Gege

Gege

Belakangan ini saya dan istri punya panggilan baru, Kakek dan Nenek. “Ini Kakek, ini Nenek” kata si gege sambil nunjuk saya dan istri satu satu kayak ngenalin kami ke si ade “Berno”. Kalo ini siapa? bales saya nunjuk dia. “Ini mamah” sahut dia. weleh, baru tiga tahun nikah udah punya cucu, dan gak cuma satu, ada Berno, Berni, Candy, Frogi, Pinky, Hello Kitty, Ade kecil, trus siapa lagi ya? kakek lupa :D. Continue reading

Menulis itu sulit

saya selalu bingung nyari ide untuk menulis, padahal kalo mau sebentar saja menggunakan jasa paman google, banyak tips and trick bagaimana kita dapat menulis yang baik dan benar. terus apa masalahnya monz? untuk saya pribadi masalah menulis itu adalah masalah klasik,  seklasik Symphony no 9 karya komposer Ludwig van Beethoven. dari saya SD waktu firaun baru belajar merangkak, saya sudah malas untuk menulis. mungkin itulah yang membuat tulisan saya sekarang mirip sekali dengan surat cinta dokter untuk apoteker, eh tunggu dulu, atau bentuk tulisan sansekerta itu yang membuat saya malas untuk menulis?  arrghh apa bedanya? tak adeu tak adeu, sama-sama malas menulis. Continue reading

Tingkatan panggilan

(dok. Corbis via vivanews.com)

Baca status twitter temen, hah lupa sayah kata-katanya :D. intinya dulu waktu pacaran dia manggil sama yayangnya pake nama, karena sekarang udah jadi mantan maka panggilannya balik lagi jadi gw-lu. terus emang kenapa monz? eh kenapa ya? ya gapapa sih hehehe. no no no, maksudnya begitu baca tweet dia, saya jadi keingetan tentang bagaimana saya dan mantan saya saling memanggil :D.

dulu waktu pedekate, waktu firaun masih pake pampers, saya sama mantan manggilnya gw-lu. terus secara  tiba-tiba, kita jadi saling panggil nama. saya juga gak tau siapa yang mulai memanggil seperti itu. setelah beberapa tahun, panggilan sayang mulai naik level jadi aku-kamu. cieee uhuy *hush, itu belum seberapa, panggilan sayang jadi tambah mesra dengan panggilan aa-neng yang kadang ada selipan “say” atau “yang” yang merujuk pada kata sayang. nah panggilan inilah yang paling lama bertahan sampai sekarang udah jadi mantan.

tapi setelah perut mantan makin besar, kita mulai berpikir untuk menaikan level panggilan. tapi ini masih belum fix, kadang pake ayah-ibu, kadang ayah-bunda, kadang papa-mama, tapi kadang sakaingetna :D. saya sempet kepikiran untuk menggunakan panggilan dad-mom tetapi secara membabi-buta langsung ditolak mentah-mentah sama mantan. jadi sementara panggilan aa dan eneng masih berlaku.

*demikianlah tulisan ngacapruk-sakainget-tanpa-konsep saya, terima kasih.