seandainya itu benar

Baca di detik.com kalo bis AKAP dilarang keluar tol cililitan/halim. akibatnya penumpang dari bogor dan sekitarnya tidak bisa turun di cawang/UKI. Saya sebagai pengguna bus yang turun di UKI tentu kecewa dengan berita tersebut. dan menurut saya ini adalah salah satu bentuk ke-frustasian dari aparat yang tidak bisa mengurangi kemacetan jakarta. jika tidak boleh berhenti di UKI maka saya, dan pengguna transportasi lain harus turun dimana? sementara belum ada transportasi lain yang menurut saya lebih baik dari itu.

ada pilihan lain selain menggunakan bis yaitu menggunakan kereta atau sekalian membawa kendaraan sendiri. menurut saya pilihan menggunakan kereta lebih menarik daripada bawa kendaraan sendiri, tetapi bagi saya yang pukul 7 harus sudah ada di bogor untuk kuliah, pilihan itu tetap kurang menarik. jadwalnya yang sering ngaret dan kondisi kereta yang jauh dari nyaman membuat saya malas untuk naek kereta.

sebenarnya, sebelum saya memutuskan untuk melanjutkan kuliah, naik kereta selalu menjadi prioritas pertama saya untuk ke jakarta. tapi setelah kuliah, saya harus tetap menjaga kondisi badan saya agar selalu fit sehingga saya lebih memilih naik bis yang pilihannya banyak sehingga saya bisa beristirahat didalam bis.

Maka, seandainya berita tersebut benar dan berkelanjutan. maka saya harus siap berdiri jakarta bogor dalam kereta yang sumpek, dan juga bersiap untuk selalu datang terlambat ke perkuliahan. pilihan yang sulit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s