Tingkatan panggilan

(dok. Corbis via vivanews.com)

Baca status twitter temen, hah lupa sayah kata-katanya😀. intinya dulu waktu pacaran dia manggil sama yayangnya pake nama, karena sekarang udah jadi mantan maka panggilannya balik lagi jadi gw-lu. terus emang kenapa monz? eh kenapa ya? ya gapapa sih hehehe. no no no, maksudnya begitu baca tweet dia, saya jadi keingetan tentang bagaimana saya dan mantan saya saling memanggil😀.

dulu waktu pedekate, waktu firaun masih pake pampers, saya sama mantan manggilnya gw-lu. terus secara  tiba-tiba, kita jadi saling panggil nama. saya juga gak tau siapa yang mulai memanggil seperti itu. setelah beberapa tahun, panggilan sayang mulai naik level jadi aku-kamu. cieee uhuy *hush, itu belum seberapa, panggilan sayang jadi tambah mesra dengan panggilan aa-neng yang kadang ada selipan “say” atau “yang” yang merujuk pada kata sayang. nah panggilan inilah yang paling lama bertahan sampai sekarang udah jadi mantan.

tapi setelah perut mantan makin besar, kita mulai berpikir untuk menaikan level panggilan. tapi ini masih belum fix, kadang pake ayah-ibu, kadang ayah-bunda, kadang papa-mama, tapi kadang sakaingetna😀. saya sempet kepikiran untuk menggunakan panggilan dad-mom tetapi secara membabi-buta langsung ditolak mentah-mentah sama mantan. jadi sementara panggilan aa dan eneng masih berlaku.

*demikianlah tulisan ngacapruk-sakainget-tanpa-konsep saya, terima kasih.

One thought on “Tingkatan panggilan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s